Kemensos Salurkan Bansos Sembako Rp500 Ribu ke 9 Juta KK
04 Sep 2020

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Juliari Batubara memastikan program bantuan sembako non Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 9 juta keluarga penerima manfaat sudah terealisasi 100 persen. Bantuan yang diterima per kepala keluarga sebesar Rp500 ribu itu juga dapat ditarik dalam bentuk cash atau tunai.

"Bisa juga di cash out kadang kan mereka tujuannya untuk cash bukan belanja di warung. Tanggal 31 Agustus kemarin sudah kami salurkan seluruhnya," ujar Juliari dalam rapat bersama komisi VIII, DPR, Kamis (3/9).

Juliari melanjutkan bantuan tersebut dikirimkan ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing penerima melalui bank BUMN atau himpunan bank milik negara (Himbara). Total anggaran yang dikucurkan untuk program bansos ini mencapai Rp4,5 triliun.

Ia berharap bantuan tersebut dipergunakan oleh keluarga penerima manfaat untuk membeli kebutuhan pokok dan bukan untuk hal-hal yang tak bermanfaat.

"Program sembako non PKH target 9 juta kepala keluarga sudah terealisasi 100 persen melalui rekening bank Himbara karena mereka memang sudah memiliki rekening di bank Himbara jadi kami tinggal transfer ke rekening tersebut," jelas Juliari.

Selain sembako non-PKH Kemensos juga telah menyalurkan bantuan sosial berupa beras untuk 10 juta keluarga penerima manfaat dalam program PKH.

Juliari mengatakan penyaluran bantuan beras medium sebanyak 15 kilogram selama tiga bulan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) tersebut sebetulnya direncanakan bulan Juli lalu. Namun eksekusinya tertunda hingga akhir Agustus karena banyaknya hambatan yang belum terselesaikan.

"Sebagai mitra, yaitu Bulog, kami sudah memerintahkan dan menugaskan untuk September ini mengejar ketertinggalan penyaluran tersebut sehingga setiap penerima PKH yang mendapat program ini diberikan dropping dua kali jadi 2 kali 15 kilo di bulan September," ujar Juliari.

[Gambas:Video CNN]

Dengan demikian, Oktober nanti pihaknya hanya perlu merealisasikan satu kali lagi bansos beras kepada keluarga penerima manfaat.

"Penyedia adalah perum Bulog full dan sudah kami launching  2 September kemarin," tandasnya.